Kasih Karunia dan Kesetiaan Allah


Roma 11:1-2a

"Apakah Allah telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Sebab aku adalah seorang Israel, keturunan Abraham, dari suku Benyamin. Allah tidak menolak umat-Nya yang telah dikenal-Nya dari semula."

 

Roma 11:29-32

"Karena Allah tidak menyesali pemberian dan panggilan-Nya. Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang telah mendapat belas kasihan-Nya karena ketidaktaatan mereka, demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh belas kasihan yang telah kamu terima, mereka juga boleh mendapat belas kasihan. Karena Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan belas kasihan-Nya kepada semua orang."


Di dalam Roma 11, Paulus mengungkapkan satu pokok penting mengenai hubungan antara Allah dan umat-Nya. Ayat-ayat ini mengingatkan kita bahwa kasih dan rencana Allah tidak pernah gagal. Bahkan ketika tampaknya seolah-olah banyak orang menolak-Nya atau gagal mengikuti-Nya, Allah tetap setia dan tidak menyesali panggilan-Nya.


1. Kesetiaan Allah


Paulus mengawali pasal ini dengan penegasan bahwa Allah tidak menolak umat-Nya. Meskipun ada penolakan dan ketidaktaatan di antara banyak orang Israel, Allah tetap setia kepada janji-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan Allah tidak bergantung pada kesetiaan kita, tetapi pada karakter-Nya yang tidak berubah. Ketika kita merasa terpuruk atau jauh dari-Nya, kita harus ingat bahwa Allah tetap memegang janji-Nya dan tidak pernah meninggalkan kita.


2. Kasih Karunia dan Belas Kasihan


Dalam bagian kedua dari pembacaan kita, Paulus menunjukkan bagaimana Allah menggunakan ketidaktaatan manusia sebagai latar belakang untuk menunjukkan kasih karunia-Nya. Ini adalah konsep yang mendalam—Allah mengizinkan ketidaktaatan supaya belas kasihan-Nya bisa lebih jelas terlihat. Kita sering kali menghadapi masa-masa sulit dan tantangan, dan mungkin kita merasa putus asa atau tidak layak. Namun, di tengah-tengah ketidaktaatan dan kelemahan kita, Allah menawarkan belas kasihan-Nya yang melampaui semua pemahaman kita.


3. Panggilan untuk Mengasihi


Penting untuk diingat bahwa belas kasihan yang kita terima bukanlah untuk kita simpan sendiri, tetapi untuk dibagikan kepada orang lain. Jika Allah telah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kita meskipun kita tidak layak, maka kita juga dipanggil untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang lain. Ini adalah cara kita mencerminkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari kita, membantu mereka yang mungkin berada dalam kesulitan atau merasa jauh dari Allah.


Doa:

Ya Tuhan, terima kasih atas kesetiaan-Mu yang tidak pernah berakhir dan kasih karunia-Mu yang melampaui semua pemahaman kami. Kami bersyukur karena Engkau tidak menolak kami, meskipun kami sering kali gagal. Ajarlah kami untuk hidup dalam belas kasihan-Mu dan untuk menunjukkan kasih-Mu kepada orang lain, sebagaimana Engkau telah menunjukkan kepada kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin. (Cst. H.A.S)

"Raih petualanganmu dengan gaya! Dapatkan koleksi terbaru EIGER dan temukan perlengkapan outdoor terbaik untuk setiap perjalananmu. Belanja sekarang!"

"Bantu blog ini tetap berjalan! Klik tombol Trakteer di bawah untuk memberikan dukungan dan membuat konten-konten inspiratif tetap hadir."

0 Komentar