1. Tujuan
SOP ini bertujuan untuk memberikan panduan tentang
pelaksanaan audit kinerja perangkat organisasi nirlaba guna mengevaluasi
efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan dan misi organisasi.
2. Tanggung Jawab
2.1. Manajer Audit
Bertanggung
jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil audit kinerja
perangkat organisasi nirlaba.
Mengoordinasikan
dengan departemen terkait untuk memastikan akses dan dukungan selama proses
audit.
2.2. Tim Auditor
Bertanggung
jawab untuk melaksanakan audit sesuai dengan SOP yang ditetapkan.
Melakukan
pengumpulan data, analisis, dan pembuatan laporan audit.
2.3. Manajer Departemen/Unit
Menyediakan
akses ke informasi yang diperlukan untuk audit.
Memberikan
tanggapan dan tindak lanjut terhadap temuan dan rekomendasi audit.
3. Persiapan Audit
3.1. Perencanaan
Manajer
Audit merencanakan audit, termasuk lingkup audit, tujuan, metodologi, jadwal,
dan sumber daya yang diperlukan.
Menentukan
tim auditor yang akan terlibat dalam audit.
3.2. Pengumpulan Informasi
Tim
auditor mengumpulkan informasi tentang kegiatan, proses, dan kinerja organisasi
yang akan diaudit.
Meninjau
dokumen-dokumen terkait, kebijakan, prosedur, dan laporan kinerja sebelumnya.
4. Pelaksanaan Audit
4.1. Wawancara dan Observasi
Tim
auditor melakukan wawancara dengan staf terkait dan mengamati proses kerja
untuk memahami praktek operasional.
4.2. Pengujian
Melakukan
pengujian terhadap data dan transaksi yang relevan untuk mengevaluasi kepatuhan
terhadap kebijakan dan prosedur.
4.3. Analisis
Menganalisis
temuan audit untuk menentukan kesenjangan antara kinerja aktual dengan standar
yang ditetapkan.
5. Pelaporan Audit
5.1. Penyusunan Laporan
Tim
auditor menyusun laporan audit yang mencakup temuan, kesimpulan, rekomendasi,
dan tindak lanjut yang disarankan.
5.2. Presentasi Hasil
Manajer
Audit mempresentasikan laporan audit kepada manajemen organisasi.
Diskusikan
temuan dan rekomendasi dengan manajemen departemen terkait.
6. Tindak Lanjut
6.1. Perbaikan dan Tindak Lanjut
6.2. Evaluasi Kembali
Manajer Audit melakukan evaluasi kembali untuk memastikan implementasi tindak lanjut dan efektivitasnya.
7. Penyimpanan Dokumen
Semua
dokumen terkait audit, termasuk laporan dan tindak lanjut, disimpan secara aman
dan terstruktur untuk referensi dan audit berikutnya.
8. Revisi SOP
SOP ini
direvisi secara berkala untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya dalam
mendukung pelaksanaan audit kinerja perangkat organisasi nirlaba.
Dengan mengikuti SOP ini, organisasi nirlaba dapat melakukan audit kinerja perangkatnya dengan terstruktur dan sistematis. Ini membantu organisasi untuk meningkatkan efektivitas operasional, mengidentifikasi dan mengatasi masalah potensial, serta memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya.

0 Komentar