KEBAHAGIAAN MENDENGARKAN FIRMAN ALLAH


Lukas 11 : 28
“Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."


Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus! Semua orang tanpa terkecuali pasti mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Bahagia memiliki arti keadaan atau suasana hati yang damai dan sukacita. 

Umumnya rasa bahagia yang dimiliki orang-orang dunia sangat ditentukan oleh situasi-situasi yang terjadi atau bergantung pada sesuatu yang dimilikinya. 

Namun fakta membuktikan bahwa sukacita yang mereka rasakan tidak bertahan lama atau bersifat musiman saja. Itulah kebahagiaan semu yang diberikan oleh dunia. 

Mungkin kita berkata, “Bagaimana bisa berbahagia kalau masalah yang kita hadapi datang secara bertubi-tubi, tiada kunjung berhenti di sepanjang hari?” 

Bagi orang percaya kebahagiaan seharusnya menjadi bagian hidup yang senantiasa terpancar dalam kehidupan sehari-hari. 

Berbahagialah kita yang sudah mendengarkan, menerima, memelihara dan melakukan Injil Kerajaan Allah dengan setulus hati dan segenap jiwa, karena Dia sudah melimpahkan bagi kita kasih setia dan kasih karunia-Nya yang sangat berkelimpahan. 

Berbahagialah kita yang sudah memuji dan memuliakan segala firman dan perbuatan-Nya yang menakjubkan bagi kita, karena Dia sudah menyediakan bagi kita upah besar di Kerajaan Sorga. 

Berbahagialah kita yang sudah dengan setulus hati dan segenap jiwa beribadah, berdoa, bersyukur, menyembah, memberi persembahan dan melayani Dia Yesus Kristus. 

Karena  Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di sorga. Karena itu, setialah mendengar dan melakukan kebenaran Firman TUHAN di sepanjang hidup kita karena itulah kebahagiaan sejati. Amin

Pdt. Fannada M, Sinaga, SSi, MTh

0 Komentar