Efesus 5:17-21
“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”.
Apa yang dapat menyucikan dosaku? Tidak ada satupun kecuali DARAH YESUS!” Pada suatu malam di gereja, seorang wanita muda merasakan panggilan Tuhan pada hatinya, Ia meresponnya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Wanita muda itu pernah mempunyai masa lalu yang sulit, terlibat dalam alkohol, obat-obatan, dan tindakan asusila. Tetapi, perubahan dalam dirinya sangat nyata.
Sejalan dengan waktu, ia menjadi anggota gereja yang setia. Setahap demi setahap ia terlibat dalam pelayanan, mengajar anak-anak muda. Tak seberapa lama kemudian, wanita muda ini tertarik dengan anak laki-laki pendeta. Hubungan bertumbuh dan mereka mulai merencanakan perrnikahan, dan di sinilah persoalan timbul.
Kamu tahu, hampir separuh anggota gereja berpikir bahwa seorang wanita muda dengan masa lalu demikian tidak cocok dengan anak laki-laki pendeta. Gereja mulai berselisih pendapat dan bertengkar tentang masalah ini. Kemudian, mereka memutuskan untuk mengadakan sebuah pertemuan. Pertemuan itu pun tidak dapat dikendalikan karena masing-masing berargumentasi dan ketegangan pun memuncak.
Wanita muda ini menjadi sangat terguncang karena masa lalunya dikorek-korek. Anak laki-laki pendeta itu tidak dapat menahan derita yang dialami calon isterinya. Ketika ia mulai menangis, anak laki-laki pendeta itu berdiri dan berbicara.
“Aku menantang tiap-tiap kamu semua untuk benar-benar berpikir apa yang terjadi malam ini. Bukan masa lalu tunanganku yang sedang diuji coba disini. Yang sebenarnya kalian pertanyakan adalah kemampuan darah Yesus untuk menyucikan dosa. Hari ini kalian sudah meragukan dan menguji coba darah Yesus. Jadi, apa keputusan kalian? Apakah darah Yesus dapat menyucikan dosa? Atau Tidak?”
Air mata mengucur dari mata tiap orang Kristen di auditorium itu. Semua menangis ketika menyadari bahwa mereka sudah menghina darah Yesus Kristus.
Terlalu sering, bahkan para Umat Kristen, kita mengorek masa lalu dan menggunakannya sebagai senjata untuk melawan saudara-saudara kita, atau bahkan melawan diri kita sendiri. Pengampunan adalah bagian dasar dari Injil Yesus Kristus. Jika darah Yesus tidak dapat membersihkan jiwa tiap orang, maka kita akan mengalami kesulitan yang besar. Puji-pujian mazmur berkata,”Apa yang dapat menyucikan dosaku? Tidak satupun kecuali DARAH YESUS!”
Demikian kehidupan kita yang dulunya hina telah diangkat oleh darah dan kasih Yesus menjadi manusia baru. Manusia yang tidak melihat ke belakang, namun manusia yang memandang lurus ke depan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama Yesus.
Pertanyaan Pribadi
Sobat SucTion, masihkah kita mengingat-ingat kesalahan masa lalu saudara kita? Ataukah kita masih ragu bahwa Yesus telah menghapus dosa kita bila kita mengakui dan meminta pengampunan kepada Nya?
