MINTALAH HIKMAT DARI TUHAN YANG PENUH KEADILAN DALAM HIDUPMU



1 RAJA-RAJA 3:16-28 

Sebagai remaja yang terus berusaha untuk mencari jati diri yang seutuhnya, kemandirian dalam membuat suatu keputusanpun menjadi suatu cara dalam melatih remaja agar siap dalam menjalani kehidupan ini. Tentu saja ini bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan karena remaja pada umumnya masih bergantung sepenuhnya kepada orangtua.


Agar remaja tidak salah dalam membuat suatu keputusan yang benar, ada baiknya remaja memahami bagaimana cara raja Salomo dalam menetapkan suatu keputusan yang benar-benar adil dan benar dihadapan Tuhan. Apabila Salomo hanya mengandalkan pikiran dan kepintarannya saja pastilah keputusan yang dibuatnya itu akan membuat orang lain atau bangsanya menderita. Dan iapun semakin bersikap semena-mena dalam memimpin bangsa Israel. Sebagai raja yang dipilih Tuhan untuk memimpin suatu umat yang besar dank eras hati, tidak ada hal lain yang ingin diminta salomo kepada Tuhan selain hikmat Tuhan. Ia tahu bahwa hanya Tuhanlah yang akan membantunya dalam memimpin bangsa itu semakin mengenal Tuhan dengan benar. Hikmat Tuhan itulah yang dipegang salomo ketika membuat suatu keputusan atas perkara dua orang ibu yang sma-sama melahirkan anak di rumah yang sama. Namun atas kelalaian salah satu ibu itu maka matilah anak yang baru dilahirkannya karena ditimpa waktu tidur. Keesokan harinya anaknya yang mati itu diletakkan ke pangkuan seorang ibu lain dan menukar anaknya yang mati dan iapun mengambil anaknya yang hidup. Ketika ibu itu terbangun dari tidurnya dan mendapati anak yang dipangkuannya sudah mati maka iapun mengamat-amati anak itu dan mengatakan kepada ibu yang lain bahwa itu bukanlah anaknya. Kemudian ibu itu pergi ke hadapan raja dan mengadukan perkara yang dialaminya. Kedua ibu mengaku bahwa anak yang hidup adalah anak mereka. Tetapi dengan penuh kebijaksanaan dalam hikmat Tuhan raja memutuskan agar anak yang hidup itu dibelah dua dengan pedang. Keputusan raja tersebut tentu saja membuat sedih hati ibu yang melahirkannya sehingga ia mengatakan kepada raja agar anaknya jangan dibunuh dan biarlah diberikan kepada ibu yang lain. Tetapi ibu yang mengatakan biarkan saja keputusan itu dijalankan. Dengan demikian raja tahu siapakah ibu yang dari anak itu yang sebenarnya dan raja pun menyerahkan anak itu kepada ibunya. Ketika orang Israel melihat sikap raja yang yang penuh hikmat dari Tuhan maka merekapun menjadi takut karena Salomo telah membuat suatu keputusan yang adil. Begitu jugalah kiranya remaja Kristen, mintalah hikmat dari Tuhan dalam membuat suatu keputusan. Itu hanya milik Tuhan dan tidak ada diberikan dunia ini. Dengan hikmat Tuhan saja maka kita bisa menunjukkan keadilan bagi dunia.

0 Komentar