KARUNIA YANG BERBEDA

1 Korint 1:7-9



"Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahanya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Allah yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan anak Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia".

Perbedaan pada hakekatnya adalah sebuah kekayaan, tetapi perbedaan tersebut bisa menjadi ancaman. Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa terjadi dalam diri manusia. Namun perbedaan pendapat yang tidak ditata sedemikian rupa dapat mengakibatkan pertikaian, perselisihan bahkan yang lebih parah dari situ lagi. Hal itu tidak saja mungkin terjadi pada organisasi pemerintah dan sipil tetapi juga untuk organisasi agama.

Kita tidak sulit melihat contoh bagaimana perbedaan itu terjadi pada organisasi agama yang meyebabkan kerugian besar diantara mereka yang berselisih. Perbedaan pendapat dalam diri organisasi bisa mengakibatkan perselisihan bahkan yang lebih parah lagi terkadang sampai terjadi peristiwa yang menyimpang jauh dari ajaran agamanya.

Dalam suratnya kepada jemaat yang ada di Korint, kita bisa mengetahui tentang keadaan perselisihan yang ada di jemaat Korint (1:11-12). Perbedaan pendapat itu menyebabkan terjadinya perselisihan diantara mereka sendiri. Perselisihan itu tidak disadari jemaat itu sendiri. Tiga hal awal dari perselisihan, yaitu: (1). Jemaat itu tidak sependapat lagi. (2). Jemaat tidak seperasaan lagi. (3). Jemaat tidak satu tujuan lagi. Mereka sudah mengambil jalan masing-masing.

Mendengar berita tentang adanya peselisihan di jemaat Korint tersebut, Paulus mengirimkan surat ini. Paulus bermaksud untuk menyatukan jemaat yang berbeda pendapat. Paulus mau menyatukan jemaat yang berselisih itu melalui pemberian pengertian, pemahaman tentang kasih karunia. Jemaat Korint telah menerima kasih karunia dari Allah. Bahwa kasih karunia yang diterima oleh masing-masing anggota jemaat adalah berasal dari Tuhan Allah. Itu mesti disadari oleh mereka yang berselisih.

Paulus sungguh berterima kasih kepada Allah atas kasih karunia yang diterima oleh jemaat Korint. Kemurahan Tuhan begitu besar kepada kita, hal itu tidak sebanding dengan perbuatan baik (kecil) yang telah kita lakukan.
Dalam hal ini Paulus berterimakasih dan mengucap syukur kepada Tuhan :
  1. Di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal
  2. Kamu tidak kekurangan suatu apa pun
  3. Ia (Tuhan Yesus) akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahanya
Disebutkan dalam ayat 7:"Demikianlah kamu tidak kekurangan ...." Atau dapat dibandingkan dengan ayat 5:"Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya ...".  Apakah arti kata 'kaya' atau 'tidak kekurangan' di situ? Bahwa arti kata kaya di situ adalah berarti dalam segala macam perkataan dan kaya dalam segala macam pengetahuan. Kekayaan yang dimaksud itu terlihat bahwa di antara mereka ada yang menjadi guru, nabi, adapula yang mempunyai karunia lidah. Jemaat yang ada di Korint memperoleh karunia-karunia itu walaupun mereka melakukan kesalahan. Bukankah kasih karunia tersebut diterima dari Allah yang satu. Allah yang satu itulah yang memberi karunia yang khas. Oleh karena itu mereka seharusnya sehati dan sepikir.

Sangat menarik cara Paulus menegor orang yang berselisih. Paulus tidak langsung mengatakan kesalahan-kesalahan orang berselisih tetapi sebaliknya Paulus justru memuji kebaikan yang terdapat dalam diri mereka. Ia memuji segala kemajuan mereka dalam pengetahuan, pemberian injil dsb. Paulus memuji mereka walaupun Paulus tahu akan kelemahan mereka. Perkataan seperti itu dapat saja menjadi semacam senjata untuk menegor. Perkataan pujian terkadang dapat saja menjadi semacam senjata yang menusuk hati.

Dengan cara yang sangat halus Paulus mengingatkan jemaat yang berselisih tersebut. Bagaimana Paulus menegor mereka dengan cara halus, hal itu dapat kita lihat dari ayat 8. Disebutkan:"Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahanya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus."

Begitu hebatnya cara Paulus menegor mereka yang berselisih. Paulus menginginkan agar Tuhan meneguhkan mereka, tetapi sebaliknya dari perkataanya itu Paulus juga menginginkan mereka agar tidak bercacat. Tentu orang yang pintar akan mengetahui bahwa ini adalah cara Paulus yang secara tegas menegor mereka akan kesalahan mereka.

Mereka diingatkan Paulus bahwa mereka sudah dipilih dan diteguhkan berdasarkan kesaksian mereka tentang Kristus. Bahkan mereka dikatakan tidak kekurangan dalam berkat ataupun karunia, mereka dikatakan tinggal menunggu akan pernyataan Tuhan Yesus yang membuat mereka tidak bercacat pada hari Tuhan Yesus Kristus dan yang memanggil kepada persekutuanNya.

Saudara/i terkadang kita juga sebagai pemuda/i gereja tidak sadar terhadap apa yang kita terima dari Tuhan kita Yesus Kristus. Kita tidak sadar tentang apa yang harus kita perbuat. Bila kita berenung sejenak, saat ini banyak yang sudah kita terima dari Tuhan, seperti misalnya kesehatan, sahabat, keluarga, pengetahuan, kekayaan dan banyak sekali yang tidak dapat kita sebut satu persatu. Bahkan hal-hal yang tidak kita pikirkan sebelumnyapun terkadang datang sendiri. Mengetahui begitu banyak yang kita terima dari Tuhan, bagaimana sikap kita dan respon kita kepada Tuhan? Atau apakah kita hanya berpikir bahwa semuanya yang ada pada kita adalah berkat dari usaha kita sendiri tanpa ada campur tangan dari Tuhan Yesus?

Pertanyaan Pribadi.

Sobat SucTion, apa saja perselisihan di dalam persekutuan di gereja yang kamu ikuti saat ini yang sering terjadi?

Setelah membaca perikop di atas, apakah sobat mau berusaha untuk menjadi solusi dalam persekutuan kamu?