KASIHILAH ORANG YANG MEMBENCI DIRIMU

Lukas 6:31-32 


Musuh? Wah kalau kita mendengar tentang seseorang yang menyakiti hati kita pastilah kita semakin ingin untuk membencinya. Kita lupa bahwa sebenarnya orang yang kita anggap musuh adalah orang yang pernah dekat dengan kita dulunya tetapi sesuatu hal maka kita tidak bisa lagi saling menerima sehingga memutuskan untuk menjaga jarak atau tidak lagi berhubungan dengannya. 

Remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, sekalipun kita tidak lagi berteman dengan musuh kita namun kita akan tetap mengingat segala yang baik yang pernah kita jalani bersama dan itulah yang membuat kita tidak akan pernah melupakan mereka. Artinya mereka pernah menjadi bagian dari hidup kita. Begitu juga halnya dengan diri kita , kita menginginkan sesuatu yang baik dimana kita bisa dihargai oleh orang-orang disekitar kita. Namun adalah mustahil jika kita mengharapkan penghargaan dari orang lain sementara kita tidak pernah melakukannya pertama sekali kepada orang tersebut atau masyarakat. Firman Tuhan mengatakan, jika kita mengharapkan sesuatu dari oranglain hendaklah kita terlebih dahulu yang melakukannya (Luk.6:31)). Terlebih dalam hal mengasihi, jika kita sebagai anak-anak Tuhan hanya bisa mengasihi orang yang mengasihi kita tentu tidak ada bedanya yang kita lakukan tersebut dengan yang berdosa atau yang tidak mengenal Kasih Tuhan Yesus. Tetapi adalah sesuatu yang mulia, ketika kita bisa mengasihi orang yang memberkati kita sekalipun itu tidak direspon baik karena yang kita lakukan itu adalah untuk menunjukkan kasih Tuhan yang mau mengampuni orang berdosa. Kita tidak pernah mengharapkan balas yang baik darinya tetapi hanya untuk menyenangkan hati Tuhan yang akan memberkati kita senantiasa. 

Remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, mungkin kita akan menganggap hal ini suatu kebodohan dengan mengatakan “bukan aku kok yang salah, ngapain aku harus mengasihinya”. Sebaiknya kita harus dapat menjauhkan segala pikiran yang akan membuat kita semakin menambahi dosa. Jika kita memupuk rasa sakit hati terhadap seseorang maka kita akan menghadapi berbagai persoalan. Kita tidak lagi kosentrasi terhadap pelajaran, kita semakin menjauhkan diri dari lingkungan karena takut dikecewakan kembali, atau kita hanya menghabiskan waktu untuk membalas rasa sakit hati, dsb. Itu semua akan membuat kita kehilangan damai sejahtera dari Tuhan. Karena itu belajarlah dan mintalah kekuatan dari Tuhan untuk dapat mengasihi orang yang membenci dirimu.

0 Komentar