1 KORINT 15 : 2-3
Jika ada yang bertanya kepadamu, apakah kamu bahagia menjadi orang Kristen? Pasti semua remaja Kristen akan menjawab bahagia dan senang. Namun apakah itu yang membuat kamu senang dan bangga menjadi orang Kristen? Tahukah kamu, bagi orang-orang Kristen yang berada di daerah perkotaan, menyaksikan dirinya sebagai orang Kristen adalah seperti memikul salib Kristus. Karena adanya berbagai tekanan atau rasa malu, banyak orang Kristen tidak berani untuk menyatakan bahwa dirinya adalah pengikut Krisrus.
Remaja yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, di dalam pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib, maka semua orang memiliki kesempatan untuk dapat dibenarkan dihadapan Tuhan dan memperoleh keselamatan kekal didalamNya. Itulah injil keselamatan yang diberikan Tuhan secara Cuma-Cuma untuk manusia ciptaanNya. Karena ketika kita percaya kepadaNya maka Roh Kudus akan menuntun kita untuk mengenal Dia dengan lebih dalam lagi dan memampukan kita melakukan kehendakNya. Kita akan senang dan berbesar hati untuk menyatakan suatu kebenaran tanpa mengkuatirkan apapun karena kita percaya Tuhan Yesus akan menyertai kita senantiasa sekalipun kita akan sisingkarkan oleh dunia ini.
Remaja yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, jika Tuhan sendiri sudah menjamin kehidupan kita mengapa masih saja kita takut untuk mengakui keberadaan kita sebagai saksi Tuhan Yesus di dunia ? mengapa kita masih malu untuk berdoa jika berada di rumah makan atau untuk membawa Alkitab ke gereja atau menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan? Sebaiknya ketika kita msasih muda, kita sudah semakin menyenangi keberadaan kita sebagai saksi Tuhan di dunia ini. Kita mampu menunjukkan keberadaan kita yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan bahkan memperkenalkan Injil itu sendiri kepada orang-orang di sekitar kita (menjadikan diri kita sebagai saluran berkat bagi orang lain). Jika kita benar-benar menikmati hidup sebagai anak-anak Tuhan di dunia ini, marilah kita pakai waktu yang ada untuk membuktikannya sehingga Tuhan Yesus semakin berkenan kepada kita.

0 Komentar