Luk 16:19-25
Orang bijak mengatakan “Time is Money”. Tentu ini didasarka akan pentingnya waktu yang diberikan Tuhan bagi kita. Setiap waktu yang kita jalani itu adalah suatu anugerah dan kesempatan yang baik untuk kita manfaatkan. Waktu yang berlalu terbuang begitu saja tentunya tidak akan terulang kembali sehingga tidak gunanya untuk disesali.
Alkitab juga mengatakan bahwa waktu yang diberikan Tuhan buat kita adalah kesempatan untuk memperhatikan orang lain dengan penuh kasih dan ucapan syukur kepada Tuhan. Sebagaimana dikatakan dalam nas ini, seorang kaya yang senantiasa menikmati sukacita dari kekayaan yang dimilikinya sementara dihadapanya seorang yang sakit dan miskin yang bernama Lasarus yang hanya mengharapkan belas kasihan dari dirinya. Orang kaya tersebut tahu bagaimana menderitanya si Lasarus tersebut namun tidak ada sedikitpun bergerak hatinya untuk membagikan apa yang dimilkinya kepada Lasarus. Orang kaya itu lupa bahwa kekayaan yang dimilikinya itu adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri mau berbagi kepada orang yang membutuhkan. Dia juga lupa bahwa apa yang dimiliki di dunia ini bukanlah bersifat kekal karena semuanya itu hanya ditinggalkan di duni ketika Tuhan memanggil semua orang. Itulah yang dialami orang kaya tersebut, ketika ia meninggal dunia demikian juga Lasarus ternyata Lasarus berada dipangkuan Abraham sementara orang kaya itu mengalami kesakitan di alam maut. Ia memohon kepada Abraham agar Lasarus mau memberikan sedikit pertolongan bagi dirinya namun dengan tegas Abraham mengatakan bahwa cukuplah orang kaya itu bisa menikmati kekayaanya selama di dunia karena waktu yang diberikan Tuhan baginya adalah suatu kesempatan yang baik untuk melakukan semua perbuatan yang baik.
Remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, jika Tuhan sendiripun menghargai setiap waktu yang ia berikan bagi kita, tentulah Tuhan menginginkan agar kita pun bisa membagi waktu itu untuk meyenangkan hati Tuhan yaitu melakukan perbuatan baik. Janganlah berlalu satu hari yang Tuhan berikan tanpa melakukan suatu pekerjaan yang diinginkan Tuhan.

0 Komentar