Berlari Dengan Iman (Run by Faith)



Salam SucTion..!!




Dicatatkan bahwa kehidupan ini seumpama sebuah gelanggang perlombaan lari dan kita semua adalah peserta perlombaan tersebut ( 1 Kor 9:24 ). Dalam sebuah perlombaan tentu saja hanya ada satu peserta yang terbaik untuk memperoleh hadiah. Itu sebabnya sangat ditekankan agar kita berlari sedemikian rupa sehingga kita memperoleh hadiahnya. Bukan hanya sekedar hadiah yang fana tetapi hadiah yang abadi. Hidup kita telah dirancang untuk menjadi terang dan garam dunia (Mat 5:13-14) artinya kita harus memiliki hidup yang penuh makna sehingga hidup kita dapat memberi pengaruh yang positif terhadap orang lain. Hal tersebut tidak akan terjadi secara otomatis pasti ada proses perjuanganya. Kita tahu perjuangan dalam kehidupan kita tidaklah mudah, ada saja rintangan dan tantangan yang akan menghambat perjuangan iman kita.


Akhir ini banyak kader pergerakan berhenti ditengah jalan dan tidak mau melanjutkan perlombaan imanya karena beban yang ada, kecewa kepada Sang Kepala Gerakan karena merasa hidupnya tidak diberkati, sakit penyakitnya belum disembuhkan, mengalami kepahitan terhadap sesama kader atau pengurus atau bahkan rela menjual imanya demi jabatan, harta dan pasangan hidup. Dicatatkan dalam Lukas 7:23 ; “ Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku”. Adakalanya dalam perlombaan iman ini kita harus melewati lembah-lembah kekelaman sebagaimana Sang Kepala Gerakan juga harus melewati jalan salib yang penuh penderitaan, tetapi Dia sanggup melaluinya. Mari kita simak pernyataan Daud, “ Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Maz 23:4).

Berlari,….Artinya melangkah dengan iman dan percaya penuh kepada Tuhan. Tuhan tidak menghendaki kita hanya sebagai penonton, tapi sebagai peserta lomba yang terus berlari menuju kepada sasaran yaitu garis finish. Bersediakah kita…Sobat!!??

Sang Kepala Gerakan tidak mencari orang yang kaya atau pandai menurut ukuran dunia, yang Dia cari adalah orang yang dapat dipercaya dan memiliki hati hamba. Wajib bagi kita menguasai diri dalam segala hal, agar tidak perkara-perkara duniawi menghalangi kita mencapai sasaran, sebab hanya peserta yang berlari dengan mata memandang kedepan, memandang pada tujuan.



Tiga hal ini yang mendasari perjuangan iman kita untuk menyelesaikan hidup dengan baik :

1. Kasih Tuhan ( Yohanes 3:16 )

Kasih Allah menjadi dasar yang utama karena melalui kasih Allah kita memperoleh hidup yang kekal didalam anugerah Nya melalui Tuhan Yesus Kristus. Bukankah setiap kita mengharapkan kehidupan yang kekal? Tuhan Yesus sudah menyediakan bagi setia orang hidup yang kekal didalam anugerah Nya melalui Tuhan Yesus Kristus. Bukankah setiap kita mengharapkan kehidupan yang kekal? Tuhan Yesus sudah menyediakan bagi setia orang yang percaya kepada Nya.

2. Penyertaan Tuhan ( Matius 28:20b )

Penyertaan Tuhan merupakan modal yang menguatkan kita dalam perjuangan kita yang penuh makna. Tuhan sendiri yang akan menolong kita melalui kasih dan kuasa Nya. Dia tidak akan membiarkan kita berjuang sendiri.

3. Janji Kemuliaan Tuhan bagi kita ( Yak 1:12, Wah 2:10 )

Mahkota kehidupan adalah janji kemuliaan Tuhan bagi semua orang harus menyelesaikan perlombaan yang diwajibkan kepadanya. Tentu kita tidak mau hidup yang sudah dimulai dengan Roh namun diakhiri dengan daging. ( Gal 3:3 )

Mari saudara-saudaraku apa yang telah Sang Kepala Gerakan mulai dalam kita ini, kita perjuangkan dan kita selesaikan dengan baik. Tetaplah setia kepada Tuhan Yesus.

Salam Success with Action..!


"Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya dengan teman-teman Anda. Kami juga sangat menghargai setiap tanggapan dan pendapat membangun dari Anda. Mari bersama-sama memperluas dampak positifnya. Terima kasih atas dukungan dan kontribusi Anda!"