Secara sederhana komitmen berarti tekad (keterikatan) yang kuat kepada sesuatu! Komitmen dibutuhkan dalam setiap lini kehidupan. Misalnya dalam pekerjaan. Orang yang berkomitmen dalam pekerjaanya akan melakukan hal yang terbaik untuk menyelesaikan tugas yang diembanya. Orang yang bekerja dengan komitmen akan menghasilkan yang terbaik yang dapat dihasilkanya.
Dalam sebuah hubungan misalnya masing-masing akan saling menjaga agar hubunganya tetap baik, dan berusaha keras untuk saling membahagiakan satu dengan yang lainya. Setiap mahasiswa yang sedang menempuh studinya dengan komitmen akan melakukanya dengan sepenuh hati. Dia akan belajar dengan sungguh-sungguh bukan sekedar kuliah. Sayangnya Mahasiswa itu sendiri yang digadang-gadang sebagi Agent of Change seringkali mengangap remeh dengan komitmen atau mungkin sama sekali tidak memiki komitmen didalam dirinya.
Sang Kepala Gerakan ternyata sangat menginginkan komitmen dari mereka yang bersedia mengikutinya. Dia sendiri telah memberi teladan bagi kita tentang sebuah komitmen ( Ibrani 12:1-3 ). Komitmen itu lebih dari sekedar keterlibatan. Ada banyak orang yang senang terlibat, tapi hanya sedikit yang mau berkomitmen. Misalnya banyak orang yang mau berorganisasi, berbaur dalam suatu komunitas tapi bila ditunjuk menjadi pengurus atau bertanggung jawab pada suatu tugas tertentu langsung menolak. Ini artinya mau terlibat tapi tidak mau berkomitmen. Orang senang memberikan usul ini usul itu, kritik sana kritik sini untuk suatu untuk perkembangan organisasi (pelayanan). Namun saat diminta untuk merealisasikan usulnya, ia menolak. Ini juga hanya mau terlibat tapi tidak mau berkomitmen. Terlibat dimaksudkan disana mau ikut tapi hanya dipermukaan saja! Kalau ada resiko tidak mau meneruskan. Berkomitmen maksudnya mau terlibat sampai sedalam-dalamnya. Rela menanggung resiko dari keterlibatanya.
Komitmen itu harus memprioritaskan mana yang lebih penting bagi diri kita. Pilihan kita akan menunjukkan kepada siapa/apa kita berkomitmen. Komitmen itu harus fokus, berjuang habis-habisan, harus all out. Bila setengah-setengah itu tentu bukan komitmen. Atlet yang berkomitmen akan berjuang habis-habisan di lapangan, bila perlu seluruh jiwa dan raganya. Kader pergerakan harus sungguh-sungguh untuk Sang Kepala Gerakan.
“ Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu berlarilah begitu rupa, sehingga kami memperolehnya!” 1 Korintus 9:24.
Sebagai alinea terakhir lembaran ini, mari kita belajar tentang bagaimana menumbuhkan komitmen dalam diri sendiri. Mungkin itu tidak kalah pentingnya untuk kita catatkan setelah sepenggal uraian di atas.
1. Cinta
Cinta melahirkan komitmen. Cintailah dirimu, pendidikanmu, pekerjaan dan pelayananmu. Cintai Negara, cintai gereja atau organisasi pelayananmu, resapi dan nikmati dengan hati maka itu akan melahirkan komitmen untuk melakukanya dengan sungguh-sungguh bukan sekedar rutinitas atau kewajiban.
2. Tanggung jawab
Rasa tanggung jawab merupakan ciri kedewasaan yang menunjukan suatu proses pertumbuhan dari suatu komitmen. Mereka yang bertanggung jawab dengan pelayananya, akan memiliki disiplin waktu, melakukan persiapan diri dengan baik (latihan dan doa), dan akan memberikan yang terbaik yang dimiliki.
3. Setia
Kesetiaan seorang kader kepada Sang Kepala Gerakan itu ciri dari komitmen yang terus bertumbuh. Terus dan terus bertumbuh. “ Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
4. Ikhlas
Wahhh,…ini ibarat tingkatan yang cukup tinggi dalam sebuah jenjang beladiri atau sering disebut olah kanuragan. Hehehe,. Namun tentu bukan itu maksudnya ya sobat..!! Ikhlas disini merupakan kekuatan dalam sebuah komitmen yang tinggi. Setiap pelayanan, pekerjaan, studi atau bahkan hubungan dalam pergaulan akan semakin dekat kita raih dengan keikhlasan.
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah" : (Kolose 3:23-24).
(Nomor Lima)…kira-kira apa ya ??
Dinegara kita Indonesia ini sudah sangat akrab dengan lima point penting ya,..! Ideologi kita juga diikat dengan lima dasar atau wajib kita sebut sebagai PANCASILA (dengan rasa bangga). Sebagai kader bangsa kita tentunya harus bangga dan memiliki semangat ideologi ini. Akan tetapi Untuk apa..?
Nah, . Bro and Sis ini yang menjadi point kelima dari proses pertumbuhan komitmen itu sendiri. TUJUAN HIDUP,…ya tujuanya kita miliki didalam Iman, Pengharapan dan Kasih Karunia Nya.
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.": (Yak 1:12).
Mari saling membangun komitmen bersama.....!
Salam
Success with Action,…!!!
"Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya dengan teman-teman Anda. Kami juga sangat menghargai setiap tanggapan dan pendapat membangun dari Anda. Mari bersama-sama memperluas dampak positifnya. Terima kasih atas dukungan dan kontribusi Anda!"
.jpg)



