Matius 10 : 16
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus ! Pada hakekatnya kita semua adalah utusan Allah. Di mana pun kita berada, di situ kita sedang diutus oleh Allah.
Yesus mengutus para muridNya secara realistis ke dunia tempat mereka diutus. Tidak disembunyikan atau pura-pura diperlunak agar terkesan tidak seram.
Yesus tegas mengutus para muridNya ke tengah-tengah serigala. Jenis binatang ini, dalam dunia timur tengah kuno, merupakan jenis binatang yang menyeramkan, liar, ganas, tangkas dalam menyerang dan menerkam musuh.
Ke dalam dunia seperti itulah kita juga diutus. Dunia ini memang kejam. Kelompok intoleran misalnya acap mengerangkeng hidup beribadah kita. Beberapa gereja kita masih disegel.
Surat ijin untuk tempat judi bisa gampang keluar, tetapi ijin beribadah susahnya minta ampun. Kita merasa hati Nurani kita dinafikan bahkan tersakiti. Kitapun adakalanya tergoda untuk melawan.
Tetapi justru di sinilah letak pengutusan Kristus. Kekuatan kita bukan terletak pada tangan atau otot kita, tetapi kepada pengosongan diri untuk diisi oleh kuasa Yesus.
Kita bukan laksana harimau melawan serigala, tetapi seperti domba. Domba mencirikan kelembutan, kesederhanaan, ketaatan serta komitmen untuk berlindung kepada Sang Gembala.
Hanya manusia yang komit mengambil sikap yang tulus seperti domba, mereka akan dapat hidup dengan cerdik dan tulus. Cerdik seperti ular, memahami dan mengenal diri, menguasai keadaan.
Tidak bertindak fatal. Tulus seperti merpati, dengan mengerjakan pelayanan itu dengan ulet. Selamat menerima pengutusan Kristus. Amin
Pdt. Fannada M, Sinaga, SSi, MTh

0 Komentar